Dua minggu yang lalu, saya rihat dari bermain sosial media (kecuali whatsapp). Akun instagramku bahkan kuhapus. Selain itu, beberapa aplikasi sosial media seperti facebook dan line juga ikut kuhapus pada gawaiku. Mungkin teman-teman bertanya, mengapa hanya aplikasi whatsapp saja yang bertahan? Karena segala informasi yang penting hanya ada di situ, tempat saya bisa melihat info seputar mata kuliah dan penugasan redaksi. Saat itu, saya sengaja menarik diri dari media sosial. Semula berawal saat saya membaca kolom Prof Anwar Arifin yang diterbitkan di Koran Identitas Edisi Januari lalu. Inti dari keseluruhan yang bisa saya tangkap dari tulisan tersebut bahwa ternyata sosial media dapat menurunkan minat baca kita. Padahal membaca sangatlah penting untuk kita budayakan dalam kehidupan sehari-hari. Telah kita ketahui bahwa membaca dapat meningkatkan wawasan kita, dan tentu saja mengasah cara berpikir. Selain itu, membaca juga dapat memperbanyak pembendaharaan kata, sehing...