Novel
ayat-ayat cinta 2 (AAC 2) adalah karya Habiburrahman El Shirazy yang lebih
akrab disapa Kang Abik. Dalam karya fiksinya itu. Ia mengisahkan perjalanan
hidup Fahri seorang tokoh utama dalam novel AAC 2 yang merindukan istrinya
Aisha.
Novel ini merupakan novel lanjutan
dari Ayat-ayat Cinta (edisi satu) dengan menggunakan Universitas Edinburg
sebagai pembuka cerita yang dituliskan Kang Abik. di Universitas Edinburg,
Fahri (tokoh utama) menggantikan salah satu dosen pengajar Prof Charlotte yang
tidak sempat masuk karena harus cuci darah.
Di Edinburg, Fahri tinggal di
kawasan Stoneyhill Grove, sebuah komplek berbentuk L yang hanya terdiri dari
beberapa rumah saja. Di sana, Ia tinggal bersama paman Hulusi yang juga merupakan Asisten rumah tangganya.
Di kawasan tempat tinggal Fahri, ia
memiliki tetangga mayoritas non muslim, ia memiliki tetangga bernama Nyonya
Janet, yang merupakan ibu dari Keira dan Jason. Ada juga tetangganya bernama
Brenda dan seorang nenek yahudi bernama Catarina.
Dengan status sebagai muslim, Keira
dan Jason membenci Fahri, sebab ia tergolong Islamofobia sejak kematian ayahnya
yang diduga pembunuhnya beragama islam.
Setiap pagi, Fahri acapkali
menemukan tulisan pada mobilnya yang melecehkan islam, seperti menuliskan bahwa
islam itu teroris, setan dan kata-kata kotor sejenisnya. Fahri tahu betul,
pelakunya tak lain ialah tetangganya. Alhasil, paman Hulusi mendapati pelakunya
ialah Jason – anak dari Nyonya Janet dan adik Keira.
Dengan perlakukan buruk yang
diberikan oleh tetangganya, ia justru membalasnya dengan kebaikan. Ia
menyelamatkan masa depan Keira dengan membiayai sekkolah biolanya. Ia juga
menyekolahkan Jason ke sekolah bola terkenal hingga mampu menjadi pemain bola
internasional. Dan membantu memberikan tempat tinggal nenek Catarina setelah
diusir oleh anak tirinya Barus.
Tak hanya tetangganya yang ia bantu,
ia juga menolog seorang pengemis bernama Sabina. Sabina adalah pengemis
berhijab yang mengalami luka bakar pada tangannya, sehingga tak dapat diketahui
sidik jarinya. Mukanya juga telah hancur. Fahri membantu Sabina untuk
membuatkan identitas legal, dan sementara waktu Sabina diizinkan tinggal di
rumah Fahri. Saat itu, Sabina juga membantu paman Hulusi untuk meringankan
beban pekerjaan rumah.
novel setebal 697 halaman ini, Kang
Abik mengukir kisah perjalanan hidup Fahri yang melalui hari-hari tanpa
kekasihnya Aisha. Aisha adalah istri kedua Fahri setelah kepergian Maryam karna
penyakitnnya. Dijelaskan dalam novel tersebut, Maryam adalah perempuan beragama
nasrani yang dinikahi Fahri setelah menjadi muallaf.
Dalam novel ini, diceritakan Aisha
menghilang sejak ia mengunjungi negara Palestina bersama Alicia seorang
wartawan yang juga merupakan sahabatnya.tiba-tiba saja sahabat Aisha dikabarkan
tewas akibat serangan tentara Israel. Namun, Aisha menghilang secara misterius
tanpa jejak.
Melalui hari-hari tanpa Aisha, tentu
saja membuat Fahri merasa kehilangan. Apalagi, Aisha adalah istrinya yang
paling dia sayangi. Bagimana tidak, Aisha memiliki wajah yang cantik, dan imam
yang teguh serta piawai dalam memainkan biola.
Novel dengan 42 Bab ini melukiskan
kemesraan antara Fahri dan Aisha, walaupun Aisha kini telah tiada. Bayang-bayang
Aisha selalu menghantui Fahri. Seperti dengan mendengar petikan biola Keira –
tetangganya, dan mendengar Sabina melantunkan ayat-ayat yang sering dibacakan
Aisha maupun Maryam – istri pertamanya.
Kehampaan yang dirasakan Fahri
dengan hilangnya Aisha, cukup menekan kehidupan Fahri. Namun, Fahri menyibukkan
dirinya untuk sementara waktu menyelesaikan kuliahnya tingkat Doktoral di
Edinburg, setelah menyelesaikan kuliahnya, Fahri kini membangun mini market
dengan beberapa cabang di luar kota, juga restaurat dan butik dengan nama FAO boutique,
singkatan dari Fahri Aisha dan Ozan. Ozan adalah sepupu dari Aisha yang bekerja
sama dengan Aisha dalam membangun butik
tersebut.
Melihat Fahri yang selalu bersedih
dengan kepergian Aisha, membuat orang disekitarnya pun ikut sedih, sehingga
Ozan – sepupu Aisha, mendesak Fahri untuk menikahi adiknya Hulya yang memiliki
kemiripian dengan Aisha. Namun, Fahri masih sangat mengharapkan Aisha kembali.
Dengan beberapa tawaran calon istri
yang cukup baik dari para kerabat dekatnya, ia kini akhirnya memilih Hulya
untuk dijadikan pendamping hidup. Hulya yang
juga merupakan sepupu dari Aisha, memiliki persamaan hampir seluruhnya
dengan Aisha.
Dengan segala kerendahan hati dan
kepiawaian Hulya memetik biola, membuat Fahri akhirnya jatuh hati. Namun, ia
tetap masih mencintai Aisha istri keduanya. Setelah berpikir panjang, dengan
segala ketidakmungkinan Aisha kembali,
Fahri akhirnya menikahi Hulya.
Pernikahan Fahri dan Hulya kini
melahirkan buah hati yakni Umar sebagai putra pertamanya. Dengan segala
kesibukan Fahri dan juga Hulya dalam mengurus bisnis keluarganya, Umar kini
lebih dekat dengan Sabina. Sabina telah menganggap Umar sebagai anak kandungnya
sendiri.
Suatu hari, Sabina menghembuskan
nafas terakhirnya di rumah sakit karna
menolong Keira yang kini telah menjadi sahabat baiknya. Ia meninggal karna di
tikan oleh penjahat.

Komentar
Posting Komentar