Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Yang Tak Terncana, Yang Terjadi

Setelah hampir dua tahun saya bergelut di PK Identitas, ini yang pertama kalinya saya ikut kunjungan KKN. Kunjungan kali ini juga hanya mendatangi satu posko saja. Posko itu bertempat di Kabupaten Pinrang. Tepatnya di kecamatan Duampanua. Tempat kawan saya,  Musthain Asbar Hamsah  mengabdi.       Karena waktunya sudah beberapa minggu lalu direncakan dan selalu batal, kemarin akhirnya jadi juga setelah keberangkatan yang mepet (tanpa persiapan). Ini karena ulah si  Muhammad Abdul , teman seangkatan saya di Identitas yang menjanjikan kedatangannya kemarin ke Pinrang, tempat ia tumbuh besar. Ibunya sudah mempersiapkan kedatangan kami kemarin, sementara membatalkan acara pentingnya. Wah, rasanya tak enak hati ketika tak datang bertandang ke rumah Hj Syamsiah, ibunya Abdul. Saya dan  Sri Hadriana , sahabat saya di Identitas akhirnya memutuskan untuk mengerti keadaan. Bagaimanapun, kami harus berangkat malam itu juga. Sebenarnya beberapa kr...

Membalas "Dendam"

Pertemuan tak terencana. Begitulah saya menyebut peristiwa beberapa jam lalu. Setelah ribuan menit meredam rindu untuk berjumpa. Akhirnya, sang penguasa waktu menakdirkan kita bersua kembali. Hari ini kita membalas dendam pada rindu yang terpendam. Aduhaii. Hehehe Gara-gara potret Inci yang tak kunjung selesai, Sri kini mengingkar janji untuk pulang ke kampung hari ini. Sedangkan Abdul si PHP begitu kami menyebutnya meluangkan waktu di sela kesibukannya. Ia turut berpartisipasi membantu terselasinya kendala kami dalam mengerjakan tugas redaksi. Sehab is dari potret gedung asrama siswa, yang bukan main sulitnya (kata Inci) kami berencana untuk beralih ke sesi potret lainnya. Di tengah perjalanan, saya melihat sekumpulan siswa berpakaian putih abu-abu bergerombol mengelilingi penjual pentolan yang mangkal di halte samping asrama. Saya juga tergoda bau sedap si bulat aneka rasa itu. Akhirnya kudekatilah si penjual pentolan dan kuajak teman2 untuk singgah melahap si bulat. ...