“Orang-orang kelaparan” datang ke restoran dengan perut meronta-ronta. Keluar dari mobil mewah. Berjalan menghampiri lift. Masuk ke dalam kotak besi itu. Memencet tombol dua. Menunggu pintu kotak besi itu terbuka. Berjalan mendekati salah satu meja. Pelayan datang membawakan daftar menu. Mengambil daftar menu. Matanya memelototi gambar-gambar yang menggiyurkan. Menyebutkan nama-nama makanan yang diinginkannya. Sesekali bertanya kepada pelayan. Berbincang dengan “orang kelaparan” yang ada di kiri-kanannya. Memastikan pesanan. Menunggu pesanan. Makanan yang menggiurkan datang. Mengeluarkan wangi sedap. Menanti disantap. “Orang-orang kelaparan” mengoyak-oyak daging ikan, cumi-cumi, udang, kepiting. Menyendoknya. Memasukkan ke mulutnya. Menuju ke kerongkongannya. Jatuh ke lambungnya. Dan kenyang..... Mereka menjelma menjadi “orang-orang kekenyangan”. Meninggalkan makanan yang sudah tidak bisa lagi dikunyahnya. Lalu menuju ke kasir. Mengeluarkan ATM, yang di dalamnya tersimpan duit. Digeseknya oleh kasir pada alat canggih berbentuk kotak. Kasir memberikannya pada “orang-orang kekenyangan”. Memintanya untuk menekan tombol rahasia. Tit..tit..tit..tit..tit..tit... Transaksi selesai. Duit berkurang. Menuju kembali pada kotak besi. Menekan tombol B. Menghambur keluar. Menuju mobil masing-masing. ---beberapa jam kemudian... Makanan di lambungnya dihancurkan oleh asam lambung, juga enzim-enzim. Menjadikannya lebih halus. Selanjutnya menuju ke usus besar. Lalu ke usus kecil. Dan ke rektum. Orang-orang kekenyangan kini mendapat panggilan alam. Menuju ke toilet. Puffftttt... Toilet itu lalu penuh dengan adonan berwarna kuning. Beraroma busuk. Dan hilang sia-sia!
Kamis 28 Februari 2019.
Komentar
Posting Komentar